Legendary Coffee Varieties

Varietas Kopi Unggul & Tyipica Langka

 Lebih dari 90 % lahan perkebunan Enrekang di dominasi oleh kopi arabika dari varietas Linie S-795, USDA, Kartika I, Kartika II, Hibrido de Timor dan Cattimor serta varietas kopi Salongge di Kendenan. Dapat dikatakan hampir 100 % kabupaten Enrekang memproduksi kopi arabika.

 Di beberapa lahan yang terbatas di ketinggian lebih dari 1500 m di desa Pojappong dan Nating Kecamatan Bungin serta desa Buntu Sarong kecamatan Masalle masih terdapat sisa areal perkebunan kopi bekas peninggalan pemerintah Hindia Belanda di tempat yang masih alami dan terpencil. Di areal perkebunanan kopi tua tersebut masih dapat ditemukan populasi pohon induk elit Kopi Arabika Tipika (Coffea arabica Linn. var. 16 Typica), yang merupakan varietas kopi terbaik yang telah dinyatakan musnah dan terancam punah oleh organisasi kopi internasional. Hasil analisis molekuker generasi ketiga dengan menggunakan primer Simple Sequences Repeated (SSR) terhadap DNA yang di isolasi dari jaringan daun memastikan bahwa pohon induk yang berusia 300 tahun tersebut adalah varietas purba kopi arabika tipika (Coffea arabica Linn. Var. Typica), (Latunra, 2011).

Sebagian dataran tinggi Enrekang masuk dalam areal hutan lindung dan juga berfungsi sebagai zona penyangga ekosistem dan menjadi habitat dari hewan endemik Sulawesi yang hampir punah dan dilindungi seperti Anoa dataran tinggi (Bubalus quarlesi), Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis), Monyet hitam sulawesi ( Macaca nigra), Monyet Sulawesi ( Macaca tongkeana), Babirusa (Babyrousa babyrussa), Katak raksasa (Bufo celebensis), Kuskus Sulawesi (Phalanger celebensis) serta berbagai jenis tanaman anggrek langka.

Dengan demikian areal perkebunan kopi elit tersebut perlu diselamatkan dan dilindungi agar plasma nutfah dari varietas kopi tipika serta hewan endemik lainnya dapat tetap lestari keberadaanya untuk dipergunakan meningkatkan kemakmuran masyarakat Enrekang. Populasi kopi elit yang masih tersisa ini diproyeksikan untuk menghasilkan kopi spesialti super premium. 17 Gambar 2. Pohon Kopi Arabica Tipika Berumur 300 Tahun di Enrekang

Bahan Tanam dan Pembibitan Varietas kopi Arabika yang saat ini umum dibudidayakan oleh petani Enrekang di kawasan IG Kopi Arabika Kalosi Enrekang antara lain adalah varietas Timtim, Catimor, Lini S-288, Lini S-795, USDA dan varietas lokal lainnya seperti kopi arabika Salongge atau kopi arabika 51 tipika. Pembibitan Kopi di Enrekang dilaksanakan oleh Kelompok Tani dan Dinas Perkebunan bekerjasama dengan Puslit Kopi dan Kakao Jember sejak tahun 2008. Petani juga dapat membeli bibit kopi dari pengusaha pembibitan yang terdaftar dan bersertifikat. Selain itu sebagian petani ada yang membuat bibit dari tanaman sendiri yang pertumbuhannya baik, sehat dan buahnya lebat dan besar. Pembibitan kopi arabika umumnya dilakukan dengan menggunakan koker atau polybag. Penggunaan koker atau polybag dimaksudkan untuk memudahkan pemindahan, pengangkutan dan proses penanaman. Bibit biasanya mulai dipindah ke areal pertanaman setelah berumur 5-6 bulan, atau telah memiliki tinggi sekitar 30-40 cm atau telah memiliki cabang 1 sampai 3.

Comments are closed.

Created with Visual Composer
%d blogger menyukai ini: